Wanita Sering kali mengeluarkan air dari matanya yang seirng disebut " MENANGIS" ......
Menangis ...
menangis adalah ungkapan perasaan wanita ketika dia tak mampu mengatakan apa apa yang dia tak ingin orang lain tau ..
diaa menjadi senjata ampuh untuk wanita ..
wanita adalah sosok unik yg diciptakan yang kuasa ...
wanita sering menangis karena tak bisa mengungkapkan yg sebenarnya ia ingin katakan ...
atau ?
perasaan yang terpendam yang tak ingin orang lain taau .dia hanya memendamnya sendiri hingga akhirnya hanya dengan menangislah dia menjadi sedikit berkurangnya beban batinya ...
Secara psikologis, menangis mampu membuat perasaan menjadi lebih
baik, nyaman, dan tenang karena tangisan dapat membantu menyingkirkan
kimiawi stres dalam tubuh. Berkaitan dengan ini, ada 4 manfaat menangis.
1. Meningkatkan mood
Menangis bisa menurunkan tingkat depresi seseorang. Dengan menangis, mood akan terangkat kembali
. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena luapan perasaan atau emosi mengandung 24% protein
albumin
yang bermanfaat dalam mengatur kembali sistem metabolisme tubuh. Air
mata tipe ini jelas lebih baik dibanding air mata yang dihasilkan dari
iritasi mata.
2. Mengurangi stress
Penelitian menyatakan bahwa air mata ternyata juga mengeluarkan
hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin
leucine-enkaphalin dan prolactin.
3. Melegakan perasaan
Sepertinya, setiap orang merasakan hal ini setelah menangis. Setelah
menangis, berbagai masalah dan cobaan yang mendera, kekesalan dan amarah
yang menyesak, serta goresan sakit hati biasanya berkurang dan
muncullah perasaan lega.
Perasaan lega yang dialami seseorang setelah menangis muncul karena
sistem limbik, otak dan jantung menjadi lancar. Karena itu, keluarkanlah
masalah di pikiran dengan menangis, jangan dipendam karena bisa menjadi
tangisan yang meledak-ledak.
Malu menagis sesak di dada,
tertahan menjadi ganjalan perasaan yang sewaktu-waktu bisa memporakporandakan pertahanan jiwa, rasa bahkan raga.
4. Menjadi penghalang agresivitas
Orang yang sedang memuncak tingkat emosinya, meletup amarahnya
biasanya akan berlaku dan bersikap lebih agresif bahkan bisa berdampak
destruktif. Emosi yang diluapkan dengan menangis mampu menjadi
penghalang agresivitas. Seperti yang diungkapkan
Oren Hasson,
seorang ilmuwan dari Univesitas Tel Aviv, Israel, bahwa dengan air
mata, seseorang sebenarnya tengah menurunkan mekanisme pertahanan
dirinya dan memberikan simbol dirinya tengah menyerah.
Pernyataan
Orren Hasson mengenai turunnya
agresivitas seseorang dengan menagis bisa memberikan sebuah kausalitas
terhadap keberadaan dan hubungan seseorang secara sosial. Menangis bisa
membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang
menangis setelah menceritakan masalahnya kepada teman-temannya atau
seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan
kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi. Dengan demikian,
hubungan sosial bisa menjadi lebih dekat, sehingga mampu memupuk
persahabatan yang lebih langgeng. Dalam hubungan kelompok seperti
persahabatan atau pertemanan, menangis bisa dianggap sebagai bentuk
keterpaduan antara satu dengan lainnya. Bahkan ada beberapa kasus yang
mengidentifikasikan bahwa menangis bisa menimbulkan empati seorang musuh
untuk tidak menyerang lawannya. Air mata bisa menjadi senjata yang
meluruhkan amarah dan kebencian bahkan mungkin peperangan (tentunya
bukan air mata buaya!). Karena alasan inilah maka banyak jiwa yang luluh
karena tangisan, tersentuh, tergugah bahkan terbelenggu tangisan
seseorang..
Meski demikian, menangis tidak akan selalu manjur dalam beberapa
kondisi. Oleh sebab itu dalam beberapa kesempatan menangis justru tak
dapat memberikan dampak seperti yang diperkirakan. Bahkan sebaiknya
dihindari. Dalam bekerja misalnya, aktifitas menangis bahkan sebaiknya
tak perlu ditampakkan. Mungkin dalam bekerja menangis justru akan
ditanggapi sebagai bentuk kelemahan dan sifat menyerah yang sangat
dijauhi dalam dunia kerja. Tapi mungkin tak berlaku untuk profesi yang
menuntut empati...